Loading...
Loading...
عمار بن ياسر
Ammar ibn Yasir (570-657 M) termasuk di antara orang-orang pertama yang memeluk Islam dan merupakan anggota keluarga pertama yang menanggung syahadah demi keyakinan mereka. Ayahnya, Yasir, dan ibunya, Sumayyah, disiksa dengan kejam oleh kaum Quraisy karena keimanan mereka. Sumayyah menjadi syahidah pertama dalam Islam ketika Abu Jahl membunuhnya dengan tombak. Nabi, menyaksikan penderitaan mereka, menghibur keluarga tersebut dengan sabda beliau: "Sabarlah, wahai keluarga Yasir, karena tempat tujuanmu adalah Surga."
Ammar sendiri menanggung siksaan yang berat, termasuk dijemur di atas pasir panas dan dibenamkan ke dalam air. Dalam keadaan tertekan yang sangat berat, ia terpaksa mengucapkan kata-kata kekufuran. Namun Nabi meyakinkannya bahwa hatinya penuh dengan keimanan dan bahwa ia tidak berbuat salah apa pun. Peristiwa ini berkaitan dengan turunnya ayat Al-Qur'an yang membolehkan perkataan di bawah paksaan selama hati tetap tenang dalam keimanan (16:106).
Ammar tetap menjadi sahabat yang setia sepanjang kehidupan Nabi dan pada masa-masa kekhalifahan berikutnya. Ia mendukung Ali ibn Abi Talib dan bertempur dalam Perang Siffin pada tahun 37 H (657 M), di mana ia gugur sebagai syahid pada usia sekitar delapan puluh tujuh tahun. Nabi telah meramalkan kematiannya, bersabda bahwa kelompok yang melampaui batas akan membunuh Ammar — sebuah hadits yang tercatat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim yang menjadi titik rujukan penting dalam sejarah politik Islam awal.
No linked books yet.