Loading...
Loading...
شمس الدين الرملي
Shams ad-Din Abu Abdallah Muhammad ibn Ahmad ibn Hamzah ar-Ramli al-Ansari al-Misri (919-1004 H / 1513-1596 M) adalah ahli fikih Syafi'i terkemuka di zamannya, yang mendapat gelar kehormatan ash-Shafii as-Saghir (Syafi'i Kecil) sebagai pengakuan atas penguasaannya yang luar biasa terhadap fikih mazhab tersebut. Beliau lahir di Ramla, Palestina, dari keluarga yang telah dikenal dalam dunia keilmuan Islam — ayahnya, Ahmad ar-Ramli, sendiri merupakan ahli fikih Syafi'i terkemuka — dan kemudian menetap di Kairo, tempat beliau menghabiskan sebagian besar karier keilmuannya.
Beliau menimba ilmu dari para ulama terkemuka di zamannya, di antaranya ayahnya sendiri, Shaykh al-Islam Zakariyya al-Ansari, serta para otoritas senior Syafi'i di Kairo. Penguasaannya terhadap mazhab Syafi'i tidak tertandingi di generasinya, dan beliau menarik murid-murid dari seluruh penjuru dunia Muslim. Beliau mengajar di al-Azhar dan lembaga-lembaga besar lainnya di Kairo, dan para ulama dari seluruh Mesir, Syam, serta wilayah-wilayah lain meminta pendapat hukumnya dalam persoalan-persoalan yang sulit.
Karya beliau yang paling masyhur dan abadi adalah Nihayat al-Muhtaj ila Sharh al-Minhaj, sebuah syarah komprehensif dalam beberapa jilid atas kitab Minhaj at-Talibin karya Imam an-Nawawi. Kitab ini menjadi salah satu dari dua rujukan paling otoritatif dalam mazhab Syafi'i — bersanding dengan Tuhfat al-Muhtaj karya mujtahidnya yang sezaman, Ibn Hajar al-Haytami. Dalam tradisi fikih Syafi'i periode akhir, ketika para ulama menyebut ash-Shaykhatayn (Dua Syaikh), yang dimaksud adalah ar-Ramli dan al-Haytami, dan kedua syarah mereka dipelajari secara berdampingan untuk menetapkan pendapat yang mu'tamad dalam mazhab.
Fatwa-fatwa beliau juga dikumpulkan dan disebarluaskan, menjawab pertanyaan-pertanyaan hukum yang umum maupun persoalan-persoalan baru yang muncul dalam masyarakat Mesir pada periode Ottoman. Putranya, Khayr ad-Din ar-Ramli, juga menjadi ulama ternama, mengikuti mazhab Hanafi dan meneruskan tradisi keilmuan keluarga.
Pendapat-pendapat Shams ad-Din ar-Ramli menjadi fatwa mu'tamad yang baku dalam mazhab Syafi'i di Mesir, Syam, dan sebagian besar dunia Muslim. Beliau wafat di Kairo pada tahun 1004 H (1596 M), dan Nihayat al-Muhtaj tetap menjadi rujukan sentral dalam pendidikan fikih Syafi'i di lembaga-lembaga al-Azhar hingga hari ini.