Loading...
Loading...
ابن أبي العز
Sadr ad-Din Ali ibn Ali ibn Muhammad ibn Abi al-Izz al-Hanafi (731-792 H / 1331-1390 M) adalah seorang fakih Hanafi dari Damaskus yang menulis komentar paling banyak dipelajari atas al-Aqidah at-Tahawiyyah, teks akidah masyhur karya Imam at-Tahawi. Beliau menjabat sebagai hakim dan pengajar di Damaskus pada masa Dinasti Mamluk.
Komentar Ibn Abi al-Izz atas akidah Tahawi menonjol karena menjelaskan akidah tersebut melalui metodologi teologi Athari, dengan merujuk secara luas pada karya-karya Ibn Taymiyyah dan Ibn al-Qayyim, bukan teologi Maturidi yang lebih umum diikuti mazhab Hanafi. Hal ini memberi komentar tersebut karakter yang khas dan terbukti sangat berpengaruh pada abad-abad berikutnya, khususnya dalam kajian Islam yang berorientasi pembaruan. Komentar ini menjelaskan setiap poin dari akidah at-Tahawi secara sistematis dengan dalil dari Al-Quran, hadis sahih, serta pernyataan para Sahabat dan ulama generasi awal.
Ibn Abi al-Izz menghadapi sejumlah kesulitan semasa hidupnya akibat posisi teologisnya yang berbeda dari orientasi Maturidi yang dominan di kalangan ulama Hanafi di Damaskus. Meskipun demikian, komentarnya atas at-Tahawiyyah menjadi penjelasan akidah yang paling banyak dicetak dan dipelajari, digunakan di universitas-universitas Islam dan lembaga pendidikan di seluruh dunia. Beliau wafat di Damaskus pada tahun 792 H (1390 M). Karyanya membuktikan bahwa metodologi akidah Athari tidak terbatas pada mazhab Hanbali dan dapat dipadukan dengan fikih Hanafi.