Loading...
Loading...
ابن الأثير
Izz ad-Din Ali ibn al-Athir (555-630 H / 1160-1233 M) adalah salah satu sejarawan terbesar dunia Islam dan pengarang al-Kamil fi at-Tarikh (Sejarah yang Lengkap), sebuah karya sejarah annalistik yang komprehensif mencakup periode dari awal penciptaan hingga zamannya sendiri. Lahir di Jazirat ibn Umar (di wilayah yang kini merupakan bagian tenggara Turki), ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara ulama terkenal Ibn al-Athir. Ia menuntut ilmu di Mosul dan melakukan perjalanan ke Baghdad, Damaskus, dan Yerusalem.
Al-Kamil fi at-Tarikh dianggap sebagai karya sejarah universal terpenting yang dihasilkan dunia Islam abad pertengahan setelah Tarikh karya at-Tabari. Karya ini menguraikan peristiwa-peristiwa secara kronologis tahun demi tahun dengan detail yang luar biasa dan wawasan analitis yang mendalam. Karya ini sangat berharga khususnya untuk periode Perang Salib hingga invasi Mongol, yaitu peristiwa-peristiwa yang disaksikan langsung oleh Ibn al-Athir atau ia pelajari dari para saksi mata. Kisahnya mengenai jatuhnya Yerusalem, kampanye-kampanye Salah ad-Din, serta kehancuran yang ditimbulkan oleh pasukan Mongol di bawah Genghis Khan termasuk di antara sumber-sumber primer terpenting untuk peristiwa-peristiwa tersebut. Ia juga mengarang Usd al-Ghabah fi Marifat as-Sahabah (Singa-Singa Hutan dalam Pengenalan Para Sahabat), sebuah kamus biografi besar yang memuat lebih dari 7.500 Sahabat Nabi.
Ibn al-Athir dikenal dengan gaya prosanya yang jernih, kemampuannya mensintesis berbagai sumber menjadi narasi yang padu, serta ketajaman penilaian historisnya yang berimbang. Ia wafat di Mosul pada tahun 630 H (1233 M). Karya al-Kamil-nya tetap menjadi sumber yang tidak tergantikan dalam kajian sejarah Islam, khususnya untuk periode Perang Salib, dinasti Zangiyah, Ayyubiyah, dan masa awal Mongol.