Loading...
Loading...
ابن حزم
Ali ibn Ahmad ibn Said ibn Hazm (384-456 H / 994-1064 M) adalah salah satu ulama paling orisinal dan kontroversial di al-Andalus, tokoh utama mazhab Zahiri dalam ilmu fikih, dan salah satu penulis paling produktif dalam sejarah Islam. Lahir di Cordoba dari keluarga kaya yang memiliki koneksi politik, ia awalnya menempuh karier di bidang politik, namun beralih ke dunia keilmuan setelah runtuhnya kekhalifahan Umayyah di al-Andalus. Ia belajar kepada berbagai ulama di Cordoba dan kota-kota lain di Andalusia.
Karya hukum Islam Ibn Hazm yang paling penting adalah al-Muhalla bil-Athar, sebuah karya fikih multi-jilid yang komprehensif dan menerapkan metodologi Zahiri berupa kepatuhan ketat terhadap makna lahir al-Quran dan Sunnah, dengan menolak qiyas dan istihsan. Ia juga menulis al-Fisal fil-Milal wal-Ahwa wan-Nihal, salah satu karya perbandingan agama tertua, serta Tawq al-Hamamah, sebuah karya sastra terkenal tentang cinta dan para pecinta.
Ibn Hazm dikenal karena gaya polemiknya yang tajam, yang membuatnya mendapat pengikut setia sekaligus lawan yang gigih. Buku-bukunya pernah dibakar secara terbuka oleh sebagian penentangnya, namun keilmuannya terus mendapat pengakuan dari masa ke masa. Ia wafat di Manta Lisham pada tahun 456 H (1064 M). Meskipun mazhab Zahiri tidak bertahan sebagai tradisi hukum yang aktif, metodologi dan argumen hukum Ibn Hazm terus dipelajari, dan karya-karyanya di bidang perbandingan agama merupakan pelopor dalam cakupan dan pendekatannya.