Loading...
Loading...
ابن خزيمة
Imam
Muhammad ibn Ishaq ibn Khuzaymah (223-311 H / 837-924 M) adalah tokoh besar dalam ilmu hadits, yang dimuliakan dengan gelar Imam al-Aimmah (Imamnya Para Imam) atas penguasaannya yang luar biasa terhadap tradisi-tradisi kenabian. Lahir di Nishapur, beliau menuntut ilmu kepada para ulama terkemuka di zamannya, termasuk Imam Muslim ibn al-Hajjaj, Ishaq ibn Rahawayh, Muhammad ibn Yahya adh-Dhuhli, dan banyak lainnya. Beliau adalah seorang fakih bermazhab Syafi'i sekaligus seorang imam dalam ilmu hadits.
Karya beliau yang paling terkenal adalah Sahih Ibn Khuzaymah, sebuah kumpulan hadits yang beliau susun dengan kriteria autentikasi yang ketat, berfokus pada riwayat-riwayat yang berkaitan dengan hukum fiqih. Meskipun karya lengkapnya tidak bertahan hingga kini, bagian-bagian yang masih ada sangat dihargai oleh para ulama. Beliau juga mengarang Kitab at-Tawhid, sebuah karya yang membela posisi akidah Ahlus Sunnah mengenai sifat-sifat Allah dari penafsiran Mu'tazilah dan lawan-lawan teologis lainnya.
Ibn Khuzaymah adalah pemimpin ilmiah yang tak tertandingi di Nishapur pada masanya, dan lingkaran murid-muridnya mencakup generasi berikutnya dari para ulama hadits terkemuka, seperti Ibn Hibban dan Abu Ali an-Naysaburi. Beliau dikenal karena daya hafalnya yang luar biasa, dikisahkan mampu mengingat sanad dan matan lebih dari 140.000 hadits. Beliau wafat di Nishapur pada tahun 311 H (924 M). Kontribusinya dalam autentikasi hadits dan teologi Sunni membuatnya diakui sepanjang masa sebagai salah satu ulama terbesar pada abad ketiga dan keempat Hijriah.