Loading...
Loading...
جابر بن عبد الله
Jabir ibn Abdullah al-Ansari (607-697 M) adalah seorang sahabat Nabi dari suku Khazraj di Madinah. Ia adalah putra dari Abdullah ibn Amr ibn Haram, yang gugur sebagai syahid dalam Pertempuran Uhud. Jabir sendiri ikut serta dalam sembilan belas ekspedisi militer bersama Nabi, dimulai dari Pertempuran Khandaq, karena sebelumnya ayahnya telah memerintahkan ia untuk tinggal di rumah guna merawat saudara-saudara perempuannya.
Jabir termasuk salah satu perawi hadits yang paling produktif, meriwayatkan sekitar 1.540 hadits yang tercatat dalam kitab-kitab koleksi utama. Riwayat-riwayatnya mencakup berbagai topik, termasuk perincian Haji Wada' Nabi (Hajjat al-Wada'), yang merupakan salah satu sumber terpenting untuk tata cara pelaksanaan ibadah Haji. Ia juga hadir pada Bai'at Aqabah Kedua ketika masih kecil, meskipun usianya belum cukup untuk ikut berbaiat. Ia menimba ilmu secara mendalam dari Nabi, kemudian dari Abu Bakr, Umar, dan sahabat-sahabat senior lainnya.
Di masa tuanya, Jabir menjadi salah satu ulama paling disegani di Madinah, dan para penuntut ilmu datang dari berbagai penjuru negeri untuk belajar kepadanya. Ia merupakan salah satu sahabat terakhir yang masih hidup di Madinah; penglihatannya melemah di usia senja namun ia tetap terus mengajar. Dikisahkan bahwa ia pernah melakukan perjalanan khusus ke Syam hanya untuk mendengar satu hadits dari Abdullah ibn Unays, yang mencerminkan kesungguhan para sahabat dalam menjaga dan melestarikan ilmu kenabian. Ia wafat di Madinah pada tahun 78 H (697 M) dalam usia sekitar sembilan puluh tahun.
No linked books yet.