Loading...
Loading...
جابر بن عتيك بن قيس الأنصاري
Jabir ibn Atik al-Ansari (died setelah 60 AH) adalah seorang Sahabat dari Nabi ﷺ dari Banu Mu'awiya clan dari Ansar. He participated di Battle dari Badr dan all subsequent campaigns, placing him among elite first-generasi pejuangs dari Muslim komunitas. His participation di Badr gave him status dan honor yang Nabi ﷺ conferred pada all yang adalah present di yang founding engagement.
He meriwayatkan several hadith dari Nabi ﷺ yang adalah preserved di canonical collections. Among his most terkemuka riwayats adalah seorang hadith sekitar types dari syahiddom melampaui dying di battle — Nabi ﷺ said yang dying dari plague, drowning, dying di childbirth, dan being killed defending one's wealth atau family adalah all forms dari syahiddom. This hadith adalah frequently cited di discussions dari Islamic concepts dari death dan afterlife.
He juga meriwayatkan sekitar Nabi ﷺ's statement yang meaning dari "di way dari Allah" di context dari jihad extends melampaui simple fighting — yang dying di other ways while serving Allah dapat be counted similarly. These tradisis reflect Ansari komunitas's concern dengan understanding boundaries dan applications dari divine recompense.
He lived ke advanced age dan died well setelah Nabi ﷺ's era, di early Umayyah periode. His son Atik ibn Jabir continued di tradisi dari Madinahn para ulamahip. Jabir ibn Atik adalah one dari many Ansari companions whose names adalah preserved terutama melalui koleksi-koleksi hadits rather than melalui accounts dari dramatic historis events.
No linked books yet.