Loading...
Loading...
ูุงุฑูู
Prophet
Harun ibn Imran (Aaron, semoga keselamatan atasnya) adalah seorang nabi Allah dan kakak kandung Musa. Ia diangkat menjadi nabi bersama saudaranya khusus untuk membantu misi kepada Firaun dan membebaskan Bani Israil โ sebuah kasus yang unik dalam sejarah kenabian di mana dua bersaudara diutus bersama sebagai rasul. Musa secara langsung memohon pengangkatan ini kepada Allah: Surah Taha (20:29-32): "Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku โ Harun, saudaraku. Kuatkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku." Allah mengabulkan permohonan ini dan memuliakan Harun dengan kenabian, berfirman dalam Surah Al-Qasas (28:35): "Kami akan memperkuat kamu dengan saudaramu dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan."
Karunia istimewa Harun adalah kefasihan dalam berbicara โ ia lebih fasih daripada Musa, yang memiliki sedikit hambatan dalam bicaranya. Hal ini menjadikan Harun sebagai juru bicara utama dalam banyak konfrontasi dengan Firaun, sementara otoritas Musa sebagai penerima wahyu langsung menjadi landasan misi bersama mereka. Bersama-sama mereka menghadap salah satu penguasa paling berkuasa dalam sejarah, menyampaikan pesan tauhid tanpa kompromi dan pada akhirnya memimpin Bani Israil keluar dari Mesir.
Ketika Musa naik ke Gunung Sinai selama empat puluh hari untuk menerima Taurat, ia meninggalkan Harun sebagai pemimpin Bani Israil. Dalam periode ini, seorang lelaki bernama al-Samiri membuat patung anak sapi dari emas menggunakan perhiasan dan menyesatkan banyak orang untuk menyembahnya. Harun berusaha menghentikan mereka tetapi tidak berdaya dan khawatir akan menimbulkan perpecahan yang berdarah. Ketika Musa kembali dan melihat orang-orang menari mengelilingi patung anak sapi itu, ia menyergap Harun dengan marah. Harun menjelaskan: Surah Al-A'raf (7:150): "Wahai putra ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir membunuhku. Maka janganlah engkau jadikan musuh-musuh gembira atas diriku, dan jangan engkau masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim." Musa menerima penjelasannya dan berdoa memohon ampunan untuk keduanya.
Allah memuliakan Harun dalam Surah As-Saffat (37:114-120): "Dan sungguh, Kami telah memberikan karunia kepada Musa dan Harun. Dan Kami selamatkan keduanya beserta kaumnya dari bencana yang besar. Dan Kami tolong mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang. Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang terang. Dan Kami bimbing keduanya ke jalan yang lurus. Dan Kami abadikan untuk keduanya pujian yang baik pada generasi-generasi kemudian: 'Selamat sejahtera atas Musa dan Harun.'" Nabi Muhammad โช bertemu Harun di langit kelima saat Isra' Mi'raj dan menggambarkannya sebagai sosok yang dipuji oleh para malaikat atas akhlaknya yang mulia.
Harun wafat di Gunung Hor sebelum Bani Israil memasuki tanah yang dijanjikan, setelah menyelesaikan misinya sepenuhnya bersama saudaranya. Kisahnya mengajarkan bahwa kenabian dapat dibagi dalam persaudaraan, bahwa mendukung rasul utama itu sendiri merupakan bentuk misi kenabian, dan bahwa menjaga ketenangan serta menghindari fitnah (perpecahan) di antara kaum beriman kadangkala merupakan tindakan kepemimpinan yang paling bijaksana dan paling berani.
No linked books yet.